Potensi Fintech Syariah

Merebaknya berita fintech Indonesia di berbagai bidang ini mendorong potensi perkembangan di sektor keuangan atau fintech konvensional maupun syariah. Beragam produk layanan dari fintech ini semakin diminati. Dimana potensi fintech syariah ini sangat baik untuk memberikan kemudahan bagi para pengunanya karena bisa diakses kapan saja.

Potensi yang Dimiliki Fintech Syariah

Tidak hanya fintech konvensional, dalam Islam juga sudah berkembang fintech yang dipercaya bisa memberikan layanan finansial dengan prinsip syariah. Hal ini didorong dengan besarnya minat publik terhadap produk syariah. Nah, berikut ini ada beberapa pontensi mampu menunjang sistem keuangan dalam Islam.

  1. Peer to Peer Lending

Saat ini, banyak sekali perusahaan yang menawarkan berbagai solusi keuangan dalam hal pembiayaan. Keberadaan layanan ini tentu akan memudahkan siapa saja, baik untuk memberikan modal maupun mengajukan pinjaman dana tanpa perantara.

Inilah sistem kerja yang dimiliki oleh P2P Lending. Dimana sistem penyaluran dananya berasal dari pemilik modal untuk para peminjam yang terjadi tanpa melibatkan lembaga resmi keuangan.

P2P ini merupakan pilihan alternatif untuk berinvestasi sekaligus menawarkan modal dalam pembangunan sebuah bisnis. UKM sendiri menjadi sektor yang paling potensial untuk bisa mendapatkan pendanaan dari fintech P2P Lending ini.

  1. Crowdfunding

Crowdfunding ini cenderung memiliki sistem yang sama dengan fintech P2P Lending. Namun, dana yang dikumpulkan oleh sistem crowdfunding ini tidak hanya berasal dari investor secara individu, melainkan juga dari pengumpulan secaaar kolektif.

Jadi, dilihat dari perputaran sistem keuangan yang diterapkan dalam fintech crowdfunding ini, potensi fintech syariah ini memiliki arus finansial mulai dari pengumpulan hingga penyaluran dana.

Dengan sistem ini, fintech crowdfunding lebih relevan dengan aktivitas perekonomian syariah. Secara umum, fintech ini lebih fokus pada sektor keuangan bersama. Dana yang dikumpulkan pun berasal dari berbagai macam kontribusi. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan tertentu, baik kebutuhan individu maupun kelompok.

Bukan hanya untuk pembiayaan dalam bisnis syariah saja. Sistem pendanaan crowdfunding ini uga sering ditujukan untuk kepentingan sosial.

  1. Pembiayaan Digital

Saat ini, akses pembiayaan online memang semakin mudah untuk dijangkau. Marketplace sendiri merupakan salah satu contoh platform industri internet yang menggunakan fintech sebagai alat penyaluran dananya.

Tidak hanya itu, potensi pembiayaan yang berbasis digital juga akan merambah ke sektor keuangan lainnya. Nah, finansial tteknologi ini besar kemungkinan bisa mendorong sektr keuangan syariah yang berbasis digital agar lebih potensial.

Terlebih dengan adanya potensi fintech syariah P2P Lending dan crowdfunding yang mampu menjadi alternatif bagi para instansi keuangan untuk menjangkau lebih banyak publik secara online.